Jumat, 12 Desember 2014

Masa Kekusaan Tiga Kerajaan Besar
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi
Tugas Mata Kuliah : Sejarah Peradaban Islam
Dosen Pengampu : Ismawati,Prof.Dr.Hj.,M.Ag



Disusun oleh :
Nerika Dina Setyowati (131111126)

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2014

I.Pendahuluan
Setelah khalifah Abbasiyah di Baghdad runtuh akibat serangan tentara Mongol,kekuatan politik Islam mengalami kemunduranya secara derastis.Wilayah=kekuasaannya tercabik-cabik dalam beberapa kerajaan kecil yang satu sama lain saling memerangi.Beberapa peninggalan budaya dan peradaban Islam banyak yang hancur akibat bangsa Mongol itu,namun kemalangan berhenti sampai di situ.Timur Lenk,menghancurkan pusat-pusat kekuasaan Islam yang lain.Keadaan politik umat Islam secara keseluruhan baru mengalami kemajuan kembali setelah muncul dan berkembangnya tiga kerajaan besar yaitu,Usmani di Turki Mughal di India dan Safawi di Persia.Kerajaan Usmani,disamping yang pertama berdiri juga yang terbesar dan paling lama bertahan dibanding dua kerajaan lainnya.
II.Rumusan Masalah
A.Bagaimana kerajaan Ustmani?
B.Bagaimana kerajaan Safawi?
C.Bagaimana kerajaan Mughol?
III.Pembahasaan
A.Kerajaan Utsmani
a.Sejarah lahirnya kerajaan Utsmani
Munculnya kerajaan Utsmani pada abad ke-9 H.Pendiri kerajaan Utsmani adalah bangsa Turki dari kabilah Oghuz,yang mendiami daerah Mughal dan daerah utara negeri Cina.Dalam jangka waktu tiga abad,mereka pindah ke Turkistan kemudian persia dan Irak.Mereka masuk Islam sekitar abad kesembilan atau sepuluh,ketika mereka menetap di Asia Tengah,dibawah tekanan serangan-serangan Mughol pada abad ke-13 M,mereka melarika dirike daerah barat dan mencari tempat pengungsian di tengah-tengah saudara mereka,orang-orang Turki Seljuk di daratan tinggi Asia Kecil.Disana dibawah pimpinan Ertoghrul,mereka mengabdikan diri kepada Sultan Allauddin II,Sultan Sejuk yang kebetulan sedang berperang melawan Bizatium.Ertoghrul meninggal dunia tahun 1289 M.Kepemimpinan dilanjutkan oleh putranya,Usman.Putra Ertoghrul ninilah yang dianggap sebagai pendiri kerajaan Utsmani.Usman memerintah pada tahun 1290 M dan 1326 M.
Pada tahun 1300 M bangsa Mughol menyerang kerajaan Seljuk dan Sultan Allauddin terbunuh.Usman pun menyatakan kemerdekaan dan berkuasa penuh atas daerah yang[1] didudukinya.Sejak itulah kerajaan Utsmani dinyatakan berdiri,penguasa pertamanya adalah Usman yang disebut juga Usman 1.[2]
            Setelah Usman 1 mengumumkan dirinya sebagai Paradisyah Al Usman (raja besar keluarga Usman) tahun 699 H (1300 M).Ia menyerang daerah perbatasan Bizantium dan menaklukan kota Broessa tahun 1317 M,kemudian pada tahun 1326 M dijadikan sebagai kerajaan.Pada massa pemerintahan Orkhan kerajaan Turki Utsmani ini dapat menaklukan Azmir (Smirna) tahun 1327 M,Thawasyanli (1330 M),Uskandar (1338 M),Ankara (1354 M),dan Gallipoli (1356 M).Daerah ini adalah bagian benua Eropa yang pertama kali diduduki kerajaan Usmani.Ketika Murtad 1,pengganti Orkhan berkuasa (761 H/1395 M – 789 H/1389 M) ia menaklukan perluasan daerah ke Benua Eropa,ia dapat menaklukan Andrianopel yang kemudian dijadikan sebagai ibukota kerajaan yang baru.Ekspansi kerajaan Usmani sempat terhenti beberapa lama ketika ekspansi diarahkan ke Konstantinopel,tentara mughol yang dipimpin Timur Lenk,melakukan serangan ke Asia kecil.Tentara kecil Usmani mengalaminkekalahan.Bayazid bersama putranya Musa tertawan dan wafat dalam tawanan tahun 1403 M.Kekalahan  Bayazid di Ankara itu membawa akibat buruk bagi Turki Utsmani.Setelah Timur Lenk meninggal dunia tahin 1405 M,kesultanan Mongol dipecah dan dibagi-bagi kepada putra-putranya yang satu sama lain berselisih.Kondisi ini dimanfaatkan oleh penguasa Turki Utsmani untuk melepaskan diri dari kekuasaan Mongol.Turki mencapai puncak kemajuannya pada masa Muhammad II atau yang disebut Muhammad Al-Fatih.Sultan Muhammad Al-Fatih dapat mengalahkan Bizantium dan menaklukan Konstantinopel  tahun 1453 M dengan terbukanya Konstantinopel lebih mudahlah ekspansi Turki Usmani ke Benua Eropa akan tetapi,ketika Sultan Salim I naik tahta ia mengalihkan perhatian ke arah timur dengan menaklukan Persia,Syira dan dinasti Mamalik di Mesir.Kemajuan dan perkembangan kerajaan Utsmani ini diikuti pula oleh berkembangnya kemajuan-kemajuan dalam bidang kehidupan lainnya.
            b.Kemajuan yang dicapai pada masa kerajaan Utsmani
            1.Bidang militer dan pemerintahan
            Kekuatan militer kerajaan ini mulai diorganisasi dengan baik dan teratur pada masa pemerintahan Sultan Murad I.Selanjutnya Orkhan mengadakan perombakan dalam tubuh organisasi militer dalam bentuk mutilasi personil pimpinan dan pemberontakan dalam keanggotaan.Bangsa-bangsa non Turki dimasukkan sebagai anggota.Faktor utama yang mendorong kemajuan ini ialah tabiat bangsa Turki itu sendiri bersifat militer,disiplin dan patuh terhadap peraturan.[3]
            2.Bidang ilmu pengetahuan dan budaya
Turki Usmani lebih banyak memfokuskan kegiatan mereka dalam bidang militeran,sementara dalam ilmu pengetahuan mereka tidak begitu kelihatan menonjol.Namun mereka berkiprah dalam pembangunan yang indah seperti masjid Jami’ Sultan Muhammad al-Fatih.
3.Bidang keagamaan
Agama dalam tradisi masyarakat Turki mempunyai peranan besar dalam sosial politik.Masyarakat digolongkan berdasarkan agama dan kerajaan sendiri sangat terikat dengan syari’at sehingga fatwa ulama menjadikan hukum yang berlaku.
Mundurnya kerajaan turki Utsmani bermula menurunnya semangat dan hidup bermewah-mewahan karena terdorong oleh rasa kagum pada diri sendiri dan merasa dirinya sebagai super power setelah tentaranya mampu memperluas wilayah kekuasaan,mampu mengamankan perbatasan,menuduhkan musuh dan memperkuat posisi.Gaya hidup seperti ini yang akan menghabiskan sebagaimana rakayt dan negara.Setelah wafatnya Sultan Sulaiman al-Qanuni.Kerajaan Turki Utsmani mulai memasuki fase kemunduran. Sultan Sulaiman al-Qanuni wafat diganti oleh Salim II.Dimaasa pemerintahannya terjadi pertempuran antara armada laut kerajaan Utsmani dengan armada laut Kristen .Dalam pertempuran ini Turki Utsmani mengalami kekalahan.Baru pada masa Sultan Murad III daerah Tunisia dapat direbut kembali.
            c.Kemunduran Kerajaan Ustmani
Fase kemunduran turki Usmani secara perlahan semenjak kematian Sulaiman I al-Qanunifase kemunduran ini ditandai dengan melemahnya semangat perjuangan prajurit Utsmani yang menyebabkan sejumlah kekalahan dalam menghadapi sejumlah peperangan. Ekonomi semakin memburuk dan system pemeritahan tidak berjalan semestinya.
Faktor-faktor yang menyokong kemunduran kerajaan Utsmani:[4]
a. Budaya pungl
 
Setiap jabatan yang hendak diraih oleh seseorang harus “dibayar” dengansogokan kepada orang yang berhak memberikan jabatan tersebut, sehinggamenyebabkan dekadensi moral dan kondisi para pejabat semakin rapuh.
b. Pemberontakan tentara JenissariKemajuan ekspansi kerajan Usmani adalah juga karena peranan yang besar dari tentara Jenissari. Maka dapat dibayangkan kalau tentara Jenissari itu sendiri akhirnya memberontak kepada pemerintah.
c. Kemorosotan ekonomiIni disebabkan perang yang berkepanjangan, menghabiskan uang dan perekonomian Negara merosot, sementara belanja Negara sangat besar, termasuk untuk biaya perang.
d. Wilayah kekuasaan yang sangat luasTerlalu luasnya wilayah kekuasaan Usmani sangat sulit untuk dikontrol.Dipihak lain, para penguasa sangat berambisi menguasai wilayah yang sangat luas, sehinga mereka terlibat perang terus menerus dengan berbagai bangsa. Hal ini tentu menyedot banyak potensi yang seharusnya dapat digunakan untuk membangun Negara.
e. Kelemahan penguasaSepeninggal Sulaimanal al-Qanuni, kerajaan Usmani diperintah oleh Sultan–sultan yang lemah terutama dalam bidang kepemimpinan. Akhirnya pemerintahan menjadi kacau.
B.Kerajaan Safawi
                        a.Sejarah lahirnya kerajaan Safawi
Munculnya Safawi berdiri saat kerajaan Utsmani di Turki mencapai puncak kejayaanya.Kerajaan Safawi menganut aliran Syi’ah dan ditetapkan sebagai madzab negaranya.Fanatisme pengikut Safawi yang menentang golongan selain Syi’ah mendorong gerakan ini memasuki gerakan politik.Kecenderungan terhadap politik terwujud pada masa kepemimipinan Junaid.Dimana sang imam menambahkan gerakan politik selain gerakan keagamaan.Hal ini menimbulkan konflik antara tarekat safawiyah dengan penguasa Kara Koyunlu.Sang imam berhasil diusir oleh pihak penguasa dan diasingkan.Sepeninggalan Imam Junaid pimpinan tarekat Safawiyah digantikan oleh anaknya yang bernama Haidar.Atas persekutuan dengan Ak-Koyunlu,Haidar berhasil mengalahkan kekuatan Ak-Koyunlu,persekutuan antara Safawiyah dengan Al-Koyunlu berakhir oleh sikap Ak- Koyunlu memberikan bantuan kepada Sirwan ketika terjadi pertempuran antara pasukan Haidar dengan pasukan Sirwan.Pasukan safawi mengalami kehancuran dan Haidar sendiri terbunuh dalam pertempuran ini.Kepemimpinan gerakan Safawi selanjutnya.Selama lima tahun beserta pasukannya mempersiapkan kekuatan dan mengadakan hubungan dengan pengikutnya di Azerbaijan,Syria dan Anatolia.Pasukan itu dinamai Qizilbash.Pasukan Qizilbash berhasil mengalahkan Ak-Koyunlu dalam peperangan dan berhasil menaklukan Tibriz,pusat kekuasaan Ak-Koyunlu.Dialah yang pertama kali memproklamirkan dirinya sebagai raja pertama dinasti Safawi di kota Tabriz. Dalam waktu sepuluh tahun ia sudah dapat menguasai seluruh wilayah Persia dan bagian timur B ulan sabit subur (Fortile Crescent).Kerajaan Safawi mencapai puncak kemajuannya pada masa pemerintahan Abbas I.Pada masa pemerintahannya dapat menguasai beberapa daerah yang dikuasi Turki Usmani seperti Tabriz, Sirwan, dan Baghdad (1602 M). Kemudian tahun 1622 M dapat menguasai kepulauan Hurmuz, dan mengubah pelabuhan Gumrun menjadi pelabuhan Bandar Abbas, sehingga jalur perdagangan antara Timur dan Barat yang biasa diperebutkan oleh Belanda, Inggris dan Perancis dapat dikusainya.
            b.Kemajuan yang dicapai pada masa kerajaan Safawi
Kemajuan Safawi bukan hanya bidang politik saja tetapi juga antara lain dalam bidang :
1.Bidang ekonomi
Stabilitas politik Kerajaan Safawi pada masa Abbas I ternyata telah memacu perkembangan perekonomian Safawi.Dengan dikuasainya bundar maka salah satu jalur dagang laut antara Timur dan Barat sepenuhnya menjadi milik kerajaan Safawi.Disamping perdagangan,kerajaan Safawi juga mengalami kemajuan sektor pertanian terutama di daerah Bulan Sabit Subur.
2.Bidang ilmu pengetahuan
.Pada masanya lahir beberapa ilmuwan antara lain Bahauddin al-Syaeraji, generalis ilmu pengetahuan, Sadaruddin al Syaeroji, seorang filosof, dan Muhammad Baqir Ibnu Muhammad Damad, seorang filosop, ahli sejarah, teolog dan seorang yang pernah mengadakan obesrvasi mengenai kehidupan lebah.
3.Bidang Pembangunan Fisik dan Seni[5]
Bidang fisik dan seni, para penguasa Safawi telah berhasil membangun Isfahan, Ibukota kerajaan menjadi kota yang sangat indah. Dibangun pula mesjid-mesjid, rumah sakit-rumah sakit, sekolah-sekolah, jembatan raksasa diatas zende Rud, dan istana Chihil Sutun. Unsur seni terlihat juga misalnya dalam bentuk kerajinan tangan seperti keramik, karpet, pakaian dan tenun, mode, tembikar dan lain-lain.Masa kekuasaan Abbas I ini merupakan puncak kejayaan kerajaan Safawi.
c.Kemunduran kerajaan Safawi
Kerajaan safawiyah mengalami kemunduran yang berangsur-angsur dan akhirnya runtuh. Hal itu terjadi karena sejumlah raja yang berkuasa setelah abbas merupakan penguasa yang lemah, sehingga tidak mampu memprtahankan kejayaan kerajaan safawiyah.  Ada sejumlah faktor penyebab kemunduran kerajaan ini selain factor ketidak cakapan sejumlah raja setelah Abbas I, di antaranya adalah pertama; konflik militer yang berkepanjangan dengan kerajaan .
C.Kerajaan Mughol
            a.Sejarah lahirnya kerajaan Mughol
Sebelum dinasti Mughal berdirikan di India wilayah ini sudah pernah di kuasai para penguasa Islam pada masa dinasti Bani Umayah, yakni pada masa khalifah Al-Walid.penaklukan wilayah ini di lakukan oleh pasukan Umayah yang di pimpin oleh panglima Muhammad bin Qasim kemudian pasukan ghaznawiyah di bawah pimpinan sultan Mahmud, berhasil mengembangkan kedudukan Islam di wilayah ini dengan menaklukan seluruh kekuasaan hindu dan melakukan Islamisasi sebagian masyarakat India pada tahun 1020 M. setelah gaznawi hancur, muncullah beberapa dinasti kecil yang menguasai India.
Kerajaan Islam Mughal di India di dirikan oleh Zahiruddin Babur. Ayahnya bernama Umar Mirza yang merupakan seorang penguasa Farghana.sepeninggal ayahnya Babur yang berusia 11 tahun mewarisi tahta kekuasaan wilayah Farghana. Ia bercita-cita menguasai wilayah samarkhan yang merupakan kota terpencil di Asia Tengah pada saat itu.  Pada tahun 1954 Babur berhasil menaklukkan samarkhan dan pada tahun 1504 M ia berhasil menaklukan Kabul, ibu kota Afghanistan. Dari Kabul, Babur melanjutkan ekspansi ke India. Ketika itu India berada di bawah kekuasaan Ibrahim Lodi. Pada saat itu , pemerintah dinasti Lodi sedang mengalami krisis politik, dan pertahanan mulai melemah, sehingga babur dengan mudah mengalahkannya. Pada tahun 1525 M, Babur berhasil mengusai wilayah Punjab. Setelah memenangkan pertempuran di Panipat, Babur dan pasukannya berhasil memasuki kota Delhi. Setahun kemenangan itu, tepatnya pada 1526 M.Babur berusaha mengembangkan Islam di wilayah tersebut. Sepeninggal Babul, tahta kerajaan Mughal di teruskan oleh anaknya yang bernama Humayun. Sekalipun Babur berhasil menegakkan Mughal dari serangan musuh, namun Humayun tetap saja menghadapi banyak tantangan, di antara pemberontakan dari Bahadur syah, penguasa Gujarat yang ingin memisahkan diri dari pemerintahan delhi. Akan tetapi pasukan tersebut dapat di kalahkan pasukan Humayun.pada tahun 1556 M Humayun meninggal.
Sepeninggal Humayun, tahta kerajaan Mughal di jabat oleh putranya bernama Akbar(1556-1603 M). ketika menerima tahta kerajaan ini Akbar baru berusia 14 tahun, sehingga seluruh urusan pemerintahan di percayakan kepada Bairam khan, seorang penganut syiah. Ketika dewasa Akbar berusaha menyingkirkan Bhairam Khan, karena dianggap terlalu memaksakan paham syiah. Bhairam mengadakan pemberontakan yang segera dapat di padamkan oleh Akbar dalam pertempuran di Jullandur tahun 1561 M.
Untuk mengatasi perbedaan agama agar tidak terjadi konflik umat beragama, Akbar membuat kebijakan nerupa kebijakan politik. Politik sulakhul (toleransi universal).politik ini berhasil menciptakan kerukunan masyarakat India yang sangat beragam suku dan keyakinannya.kemajuan yang telah di capai Akbar dapat di pertahankan oleh penerusnya yang bernamaJehangir(1605-1627 M) dan syah Jihan (1628-1658M), dan Aurangzeb(1659-1707 M). ketiganya merupakan raja-raja besar mughal yang di dukung oleh kekuatan militer yang besar.
b.Kemajuan yang dicapai pada masa kerajaan Mughol
Stabilitas politik yang dicapai oleh Akbar mendukung pencapaian kemajuan dibidang perekonomian,ilmu pengetahuan dan peradaban.Kemajuan bidang ekonomi ditandai dengan kemajuan sektor pertanian dan perindustrian.Pada masa ini dikembangkan penanganan pertanian secara terstruktur.Ilmu pengetahuan tidak banyak mengalami kemajuan dibandingkan dengan kemajuan dimasa-masa sebelumnya yang lebih menonjol adalah kemajuan dalam bidang seni syair dan arsiktektur.Karya seni yang masi dapat dinikmati sekarang merupakan karya seni terbesar yang dicapai kerajaan Mughol adalah arsiktektur yang indah dan mengagumkan.[6]
c.Kemunduran kerajaan Mughol
Terdapat beberapa faktor penyebab kemunduran dan kehancuran dinasti Mughol di India. Di antaranya adalah konflik internal dikalangan istana, serangan bangsa Hindu, serangan bangsa Persia dan masuknya unsur asing seperti bangsa Inggris yang menguasai sektor ekonomi dengan mendirikan IEC. Meskipun mughol merupakan kerajaan Islam namun mayoritas warganya tetap beragama Hindu.Bahkan sejarah pembentukan kerajaan ini bermula dari gerakan penaklukan terhadap sejumlah penguasa Hindu.Mereka melancarkan pemberontakan di bawah pimpinan Hemu dalam peperangan panipat II (1556M). Pada waktu mughal mengalami krisis perebutan kekuasaan di kalangan istana yakni antara tahun 1779-1748 M, orang-orang Hindu kembali melancarkan sejumlah pemberontakan. Kelompok sikh di sebelah utara delhi, dan merebut kota sirhind. Golongan Maratha di bawah pimpinan Baji Rao berhasil merebut sebagian wilayah Gujarat di tahun 1723 M.
Ketika keadaan Mughol dalam kondisi seperti itu, inggris memperkuat posisinya. Dari urusan perdagangan Inggris berusaha memperlebar pengaruhnya dalam lapangan politik dengan di bentuknya EIC. Inggris memperkut militernya di daerah perdagangan yang di kuasainya, terutama di Bengal. Militer inggris berhasil menekan Syah Alam, sehingga melepaskan wilayah Qudh, Bengal, dan Orisa Kepada Inggris. Akbar II (1806-1837 M), pengganti Syah Alam, memberikan konsesi kepada EIC untuk mengembangkan perdangan di India sebagaimana di inginkan oleh pihak Inggris, dengan syarat bahwa pihak perusahaan Inggris harus menjamin penghidupan raja dan keluarga istana. Baharudin Syah (1837-1858 M) pengganti akbar II, menentang isi perjanjian yang telah di sepakati oleh ayahnya, hal ini menimbul konflik antara Baharudin syah dengan pihak Inggris.
Ketika itu, pihak EIC sedang mengalami kerugian akibat tidak efiseinnya administrasi perusahaan,sedang pihak EIC harus tetap menjamin penghidupan raja dan keluarga istana. Inilah latar belakang EIC memungut pajak tinggi dari rakyat. Rakyat yang merasa tertekan berusaha melancarkan pemberontakan dengan menjadikan Baharudin Syah sebagai pemimpin mereka melawan Inggris dalam sebuah pertempuran yang terjadi pada bulan mei 1857 M pihak Inggris berhasil menghancurkan kekuatan rakyat India. Mereka di hukum secara kejam sebelum di usir dari Delhi. Baharuddin Syah di usir dari istana pada tahun 1885 M,dengan demikian berakhirlah kekuasaan kerajaan Islam Mughol.
IV.Kesimpulan
-Munculnya kerajaan Utsmani pada abad ke-9 H.Pendiri kerajaan Utsmani adalah bangsa Turki dari kabilah Oghuz,yang mendiami daerah Mughal dan daerah utara negeri Cina.Dalam jangka waktu tiga abad,mereka pindah ke Turkistan kemudian persia dan Irak.Mereka masuk Islam sekitar abad kesembilan atau sepuluh,ketika mereka menetap di Asia Tengah,dibawah tekanan serangan-serangan Mughol pada abad ke-13 M,mereka melarika dirike daerah barat dan mencari tempat pengungsian di tengah-tengah saudara mereka,orang-orang Turki Seljuk di daratan tinggi Asia Kecil.
-Kemajuan yang dicapai pada masa kerajaan Utsmani:Bidang militer dan pemerintahan , bidang ilmu pengetahuan dan budaya,bidang keagamaan.
-Fase kemunduran turki Usmani secara perlahan semenjak kematian Sulaiman I al-Qanunifase kemunduran ini ditandai dengan melemahnya semangat perjuangan prajurit Utsmani yang menyebabkan sejumlah kekalahan dalam menghadapi sejumlah peperangan. Ekonomi semakin memburuk dan system pemeritahan tidak berjalan semestinya.
-Munculnya Safawi berdiri saat kerajaan Utsmani di Turki mencapai puncak kejayaanya.Kerajaan Safawi menganut aliran Syi’ah dan ditetapkan sebagai madzab negaranya.Fanatisme pengikut Safawi yang menentang golongan selain Syi’ah mendorong gerakan ini memasuki gerakan politik.
-Kemajuan kerajaan Safawi bukan hanya bidang politik saja tetapi juga antara lain dalam bidang :bidang ekonomi,bidang ilmu pengetahuan,bidang Pembangunan Fisik dan Seni.
-Kerajaan safawiyah mengalami kemunduran yang berangsur-angsur dan akhirnya runtuh. Hal itu terjadi karena sejumlah raja yang berkuasa setelah abbas merupakan penguasa yang lemah, sehingga tidak mampu memprtahankan kejayaan kerajaan safawiyah.  Ada sejumlah faktor penyebab kemunduran kerajaan ini selain factor ketidak cakapan sejumlah raja setelah Abbas I, di antaranya adalah pertama; konflik militer yang berkepanjangan dengan kerajaan.
.Sebelum dinasti Mughal berdirikan di India wilayah ini sudah pernah di kuasai para penguasa Islam pada masa dinasti Bani Umayah, yakni pada masa khalifah Al-Walid.penaklukan wilayah ini di lakukan oleh pasukan Umayah yang di pimpin oleh panglima Muhammad bin Qasim kemudian pasukan ghaznawiyah di bawah pimpinan sultan Mahmud, berhasil mengembangkan kedudukan Islam di wilayah ini dengan menaklukan seluruh kekuasaan hindu dan melakukan Islamisasi sebagian masyarakat India pada tahun 1020 M. setelah gaznawi hancur, muncullah beberapa dinasti kecil yang menguasai India.
-Kemajuan yang dicapai pada masa kerajaan Mughol
Stabilitas politik yang dicapai oleh Akbar mendukung pencapaian kemajuan dibidang perekonomian,ilmu pengetahuan dan peradaban.Kemajuan bidang ekonomi ditandai dengan kemajuan sektor pertanian dan perindustrian.Pada masa ini dikembangkan penanganan pertanian secara terstruktur.
- Kemunduran kerajaan Mughol
Terdapat beberapa faktor penyebab kemunduran dan kehancuran dinasti Mughol di India. Di antaranya adalah konflik internal dikalangan istana, serangan bangsa Hindu, serangan bangsa Persia dan masuknya unsur asing seperti bangsa Inggris yang menguasai sektor ekonomi dengan mendirikan IEC.

IV.Penutup
Demikianlah makalah yang dapat saya sampaikan,sekiranya isi dalam makalah ini dapat memberikan pemahaman dalam khazanah intelektual kita dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.






         



DAFTAR PUSTAKA
Yatim,Badri,Sejarah Peradaban Islam,PT.Grafindo Persada,Jakarta.
Ma’sud,Abdurrahman,Sejarah Peradaban Islam,Pustaka Rizki Putra,Jawa Tengah.
Nasution,Harun ,Islam:Konsepsi dan  Sejarahnya,Rosdakarya,Bandung,1993.

Ahmad Syalabi,Sejarah dan Kebudayaan Islam:Imperium Turki Usmani,jakarta,1998.


[1] Badri Yatim,Sejarah Peradaban Islam,PT.Raja Grafindo Persada,Jakarta,2001,hlm.129
Ibid.,hlm.130
[2] Ahmad Syalabi,Sejarah dan Kebudayaan Islam:Imperium Turki Usmani,(jakarta:Kalam Mulia,1998)hlm.2.
[3]Ahmad Syalabi,op.cit,hlm.14
[4] Badri Yatim,op.cit.,hlm.163
[5]Syed Mahmudunnasir,op.cit.,hlm.163
[6] Harun nasution,op.cit.,hlm.82;Syed Mahmudnnasir,Islam:Konsepsi dan
Sejarahnya,Rosdakarya,Bandung,1993,hlm.322